DI POJOK TERAS
Memandang malu di
pojok teras...
Terlihat kusam
dalam ramai untuk sendiri..
Melihat langit di pojok teras...
Dengan biru dan putihnya awan..
Dingin tembok
dan besi berkarat
Temani waktu
yang terus menipis
Tembok yang aku
sandari
Dan besi karat menjaga semua tak jatuh ke bawah..
Waktu seperti
berhenti dan cemas terus bergerak
Temui hati yang
berlari dan gemericik yang berarak
Lemah berdiri
maupun mati...
Tak ada angka
untuk rasa, tatapan yang tajam
Di pojok teras, tak bisa sembunyi..
Memandang seluruh ruang
Di pojok teras berharap...
Melihat sekitar dengan sedikit tertawa
Untuk sedikit
lagi dan sedikit lagi..
Rentetan pejalan
kaki berbaris
Temui waktu untuk
berbisnis
Tawar menawar
akhir, meski awal belum tampil...
Ada yang
tertinggal di pojok teras...
Untuk suci nya
dan bekas keributan
Melupakan
masalah besar dalam janji
Aku terus
bertanya... masihkah ada sisi di pojok teras
Hanya disini... dipojok teras..
memandang malu... melihat langit..
Sudut yang tampil beri arti..
masih kuasai seluruh celah,
untuk pagi dan akhir...
Heartly Bideana
12 Desember 2013